INFO
PARIWISATA

KERIS KNAUD di Wereldmuseum Amsterdam

Jejak Warisan Nusantara yang Menjadi Daya Tarik Khusus.
KERIS KNAUD di Wereldmuseum Amsterdam
WERELDMUSEUM Amsterdam | Foto Ilustrasi : YUFAWAHA

YOGYAKARTA - Bagi wisatawan pencinta sejarah dan budaya Nusantara, perjalanan ke luar negeri sering kali menyimpan kejutan berharga. Salah satu daya tarik yang unik dan berbeda dari koleksi yang ada di dalam negeri adalah keberadaan Keris Knaud, yang kini tersimpan rapi di Wereldmuseum Amsterdam. Museum ini sebelumnya dikenal dengan nama Tropenmuseum, dan sejak tahun 2023 bergabung serta menggunakan identitas baru sebagai institusi budaya yang lebih luas cakupannya.

Berbeda dengan koleksi keris yang tersebar di berbagai museum dan galeri di Indonesia yang sudah banyak diketahui dan dikunjungi, Keris Knaud menawarkan keistimewaan tersendiri. Ia adalah salah satu dari sedikit keris tua yang memiliki tanggal pembuatan terukir jelas, yaitu tahun 1264 Saka atau 1342 Masehi. Kepastian waktu ini menjadikannya acuan utama dalam kajian sejarah, sekaligus membuatnya menjadi objek yang menarik untuk dikunjungi wisatawan yang ingin memahami tahap awal perkembangan benda tajam tradisional Nusantara.

Dari sisi pariwisata, keberadaan benda ini memberikan pengalaman yang berbeda. Jika di museum dalam negeri pengunjung dapat melihat perkembangan keris secara lengkap dari masa ke masa, maka di Wereldmuseum Amsterdam, wisatawan dapat menyaksikan bukti bagaimana warisan budaya Nusantara diterima, disimpan, dan dipelihara di luar tanah air. Ia menjadi jembatan sejarah yang memperlihatkan hubungan lama antara Nusantara dan Eropa, sekaligus menjadi pengingat akan perjalanan panjang benda ini dibawa ke benua Eropa pada abad ke-19 oleh pendeta bernama Knaud.

Kunjungan ke ruang pameran tempat benda ini disajikan memberikan wawasan tambahan. Wisatawan dapat melihat langsung bentuk bilah yang masih lurus, hiasan yang terukir, serta teknik pembuatannya yang mencerminkan tahap peralihan sebelum bentuk keris berlekuk berkembang pesat. Penjelasan yang disertakan membantu memahami bahwa ini bukan sekadar benda kuno, melainkan saksi bisu dari kemajuan teknologi dan kebudayaan masyarakat Jawa pada masa Kerajaan Majapahit.

Sebagai daya tarik wisata, keberadaan Keris Knaud di luar negeri justru menambah nilai edukasi. Ia mengajak pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri untuk menghargai bahwa kekayaan budaya Nusantara tersebar dan diakui keberadaannya di berbagai penjuru dunia. Keunikan lokasi penyimpanan ini menjadikannya tujuan khusus bagi wisatawan yang ingin menelusuri jejak sejarah lintas benua, melengkapi pengetahuan mereka tentang keris yang tidak dapat ditemukan dengan cara yang sama di tempat lain. Handoko Suman

 

Ditulis oleh Super Admin

Jurnalis dan kontributor aktif di NUSWANTARA.

Lihat Artikel Lainnya →
NUSWANTARA
PARIWISATA

KERIS KNAUD di Wereldmuseum Amsterdam

Jejak Warisan Nusantara yang Menjadi Daya Tarik Khusus.

Super Admin
20 Jun 2026 • 95x dibaca
KERIS KNAUD di Wereldmuseum Amsterdam
WERELDMUSEUM Amsterdam | Foto Ilustrasi : YUFAWAHA

YOGYAKARTA - Bagi wisatawan pencinta sejarah dan budaya Nusantara, perjalanan ke luar negeri sering kali menyimpan kejutan berharga. Salah satu daya tarik yang unik dan berbeda dari koleksi yang ada di dalam negeri adalah keberadaan Keris Knaud, yang kini tersimpan rapi di Wereldmuseum Amsterdam. Museum ini sebelumnya dikenal dengan nama Tropenmuseum, dan sejak tahun 2023 bergabung serta menggunakan identitas baru sebagai institusi budaya yang lebih luas cakupannya.

Berbeda dengan koleksi keris yang tersebar di berbagai museum dan galeri di Indonesia yang sudah banyak diketahui dan dikunjungi, Keris Knaud menawarkan keistimewaan tersendiri. Ia adalah salah satu dari sedikit keris tua yang memiliki tanggal pembuatan terukir jelas, yaitu tahun 1264 Saka atau 1342 Masehi. Kepastian waktu ini menjadikannya acuan utama dalam kajian sejarah, sekaligus membuatnya menjadi objek yang menarik untuk dikunjungi wisatawan yang ingin memahami tahap awal perkembangan benda tajam tradisional Nusantara.

Dari sisi pariwisata, keberadaan benda ini memberikan pengalaman yang berbeda. Jika di museum dalam negeri pengunjung dapat melihat perkembangan keris secara lengkap dari masa ke masa, maka di Wereldmuseum Amsterdam, wisatawan dapat menyaksikan bukti bagaimana warisan budaya Nusantara diterima, disimpan, dan dipelihara di luar tanah air. Ia menjadi jembatan sejarah yang memperlihatkan hubungan lama antara Nusantara dan Eropa, sekaligus menjadi pengingat akan perjalanan panjang benda ini dibawa ke benua Eropa pada abad ke-19 oleh pendeta bernama Knaud.

Kunjungan ke ruang pameran tempat benda ini disajikan memberikan wawasan tambahan. Wisatawan dapat melihat langsung bentuk bilah yang masih lurus, hiasan yang terukir, serta teknik pembuatannya yang mencerminkan tahap peralihan sebelum bentuk keris berlekuk berkembang pesat. Penjelasan yang disertakan membantu memahami bahwa ini bukan sekadar benda kuno, melainkan saksi bisu dari kemajuan teknologi dan kebudayaan masyarakat Jawa pada masa Kerajaan Majapahit.

Sebagai daya tarik wisata, keberadaan Keris Knaud di luar negeri justru menambah nilai edukasi. Ia mengajak pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri untuk menghargai bahwa kekayaan budaya Nusantara tersebar dan diakui keberadaannya di berbagai penjuru dunia. Keunikan lokasi penyimpanan ini menjadikannya tujuan khusus bagi wisatawan yang ingin menelusuri jejak sejarah lintas benua, melengkapi pengetahuan mereka tentang keris yang tidak dapat ditemukan dengan cara yang sama di tempat lain. Handoko Suman

 

Bagikan:
Ditulis Oleh
Super Admin

Jurnalis dan kontributor aktif di NUSWANTARA. Menyajikan berita terkini dan terpercaya untuk Anda.

Lihat Artikel Lainnya
Beranda Berita
Majalah
Jelajah Galeri